v Hakekat mata kuliah etika bisnis
Pada hakekatnya manusia tidak terlepas dari
adat istiadat atau aturan yang ada di lingkungannya. Etika berasal dari
dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak
– ta etha), berarti adat istiadat. Etika
berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan
segala kebiasaan yg dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain
atau dari satu generasi ke generasi yg lain.
v Definisi etika dan bisnis
A. Etika
Menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat
kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang
benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal
dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan
ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh
beberapa ahli berikut ini :
·
Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia
dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
·
Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku
perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan
oleh akal.
·
Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara
mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
B. Bisnis
Bisnis berasal dari bahasa Inggris business, mengembangkan kata
dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun
masyarakat.. Jadi bisnis bisa diartikan menjadi suatu kesibukan atau
aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan atau nilai
tambah. Dalam ilmu ekonomi, bisnis merupakan organisasi yang menjual
barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
v Etiket, Moral,
Hukum, dan Agama
Etiketadalah suatu sikap sopan santun atau aturan lainnya yang
mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan. Etiket adalah perilaku yang
dianggap pas, cocok, sopan, dan terhormat dari seseorang yang bersifat pribadi
seperti gaya makan, gaya berpakaian, gaya berbicara, gaya berjalan, gaya duduk
dan gaya tidur. Namun, karena etiket seseorang menghubungkannya dengan pihak
lain, maka etiket menjadi peraturan sopan santun dalam pergaulan dan hidup
bermasyarakat.
A.
Moral
(Bahasa Latin Moralitas) adalah istilah manusia
menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai
positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak
bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya.
B. Hukum
Hukum[4] adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian
kekuasaan kelembagaan.[5] dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang
politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai
perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana
C. Agama
Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan,
sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan
tatanan/perintah dari kehidupan
v Klasifikasi
etika
Menurut buku yang berjudul “Hukum dan Etika
Bisnis” karangan Dr. H. Budi Untung, S.H., M.M, etika dapat diklasifikasikan
menjadi :
1. Etika
Deskriptif
Etika deskriptif yaitu etika di mana objek yang dinilai adalah sikap dan
perilaku manusia dalam mengejar tujuan hidupnya sebagaimana adanya. Nilai dan
pola perilaku manusia sebagaimana adanya ini tercemin pada situasi dan kondisi
yang telah membudaya di masyarakat secara turun-temurun.
2. Etika
Normatif
Etika normatif yaitu sikap dan perilaku manusia atau massyarakat sesuai
dengan norma dan moralitas yang ideal. Etika ini secara umum dinilai memenuhi
tuntutan dan perkembangan dinamika serta kondisi masyarakat. Adanya tuntutan
yang menjadi avuan bagi masyarakat umum atau semua pihak dalam menjalankan
kehidupannya.
3. Etika
Deontologi
Etika deontologi yaitu etika yang dilaksanakan dengan dorongan oleh
kewajiban untuk berbuat baik terhadap orang atau pihak lain dari pelaku
kehidupan. Bukan hanya dilihat dari akibat dan tujuan yang ditimbulakan oleh
sesuatu kegiatan atau aktivitas, tetapi dari sesuatu aktivitas yang
dilaksanakan karena ingin berbuat kebaikan terhadap masyarakat atau pihak lain.
4. Etika
Teleologi
Etika Teleologi adalah etika yang diukur dari apa tujuan yang dicapai oleh
para pelaku kegiatan. Aktivitas akan dinilai baik jika bertujuan baik. Artinya
sesuatu yang dicapai adalah sesuatu yang baik dan mempunyai akibat yang baik.
Baik ditinjau dari kepentingan pihak yang terkait, maupun dilihat dari
kepentingan semua pihak. Dalam etika ini dikelompollan menjadi dua macam yaitu
:
·
Egoisme
Egoisme yaitu etika yang baik menurut pelaku saja, sedangkan bagi yang lain
mungkin tidak baik.
·
Utilitarianisme
Utilitarianisme adalah etika yang baik bagi semua pihak, artinya semua
pihak baik yang terkait langsung maupun tidak langsung akan menerima pengaruh
yang baik.
5. Etika
Relatifisme
Etika relatifisme adalah etika yang dipergunakan di mana mengandung
perbedaan kepentingan antara kelompok pasrial dan kelompok universal atau
global. Etika ini hanya berlaku bagi kelompok passrial, misalnya etika yang
sesuai dengan adat istiadat lokal, regional dan konvensi, sifat dan lain-lain.
Dengan demikian tidak berlaku bagi semua pihak atau masyarakat yang bersifat
global.
v Konsepsi etika
Terminologi etika berasal dari bahasa Yunani
“ethos”. Artinya: “custom” atau kebiasaan yang berkaitan dengan tindakan atau
tingkah laku manusia. Etika berbeda dengan etiket. Jika etika berkaitan dengan
moral, etiket hanya bersentuhan dengan urusan sopan santun. Belajar etiket
berarti belajar bagaimana bertindak dalam cara-cara yang sopan; sebaliknya
belajar etika berarti belajar bagaimana bertindak baik.( Fr. Yohanes Agus
Setyono CM)
Reefrensi :
https://dwintapuspa.wordpress.com/2014/11/09/klasifikasi-etika/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar